19/06/19

CARA MEMBUAT SKCK ONLINE DI POLRES DEPOK


Wah sebentar lagi musim pendaftaran CPNS dan instansi pemerintahan loh, salah satu persyaratannya yg wajib di sertakan untuk beberapa lembaga yaitu Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), kalau sudah buat SKCK nanti bisa perpanjang setiap 6 bulan sekali.

Karena kemaren tiba-tiba ada pembukaan instansi pemerintahan, baru taunya hari ini, batas pendaftarannya itu LUSA, ya lusa, the day after tomorrow~, gw panik dong langsung menyiapkan semua dokumen pendukung, dan salah satunya adalah SKCK yg mana sudah expired dari tahun 2017, dan drama pun di mulai harus buat SKCK besok.

Setelah nanya teman-teman akhirnya dapat info kalau SKCK bisa daftar secara online loh, ini contoh untuk pembuatan di Polres Depok yg di Margonda yaa, sok caranya nih..

Nanti tampilannya begini:


Isi data diri yg tercantum di kolom ya, trus klik "DAFTAR"

2. Abis itu klik login SKCK, muncul dashboard seperti ini, trus pilih "BUAT SKCK"


3. Setelah pilih button "BUAT SKCK", nanti akan begini:


isi semua data yg di minta sampai yg paliiiiiiing bawah yaa, trus jgn lupa klik button "SIMPAN DAN KELUAR"

4. Kalo udah pilih ke button "DAFTAR PENGAJUAN SKCK"


Nah, nanti muncul kode pengajuan yg boleh di save di hp ataupun mau di print, untuk nanti di infokan ke petugas yaa..

5. Kalau udah selesai submit data di web, jangan lupa yaa bawa:
- Pas foto 4x6 latar belakang foto warna merah (6 lembar)
- Fotokopi KTP 
- Fotokopi akte kelahiran
- Fotokopi kartu keluarga (masing-masing bawa aja 1-2 lembar yaa..)

6. Trus datang ke Polres, kemaren itu buka loketnya sekitar jam 8 pagi setelah apel pagi, trus menuju ke ruang sidik jari ya untuk cap 10 sidik jari, nanti di kasih sama petugasnya rumus sidik jari kamu, di simpan dan di fotokopi disana aja 1 lembar (fotokopi disini selembarnya kena biaya Rp 1.000)

7. Udah selesai cap sidik jari, ke ruangan SKCK Online, posisi gedungnya itu ada di tengah, trus antri pas udah sampe ke meja petugasnya di kasih aja kertas yg isinya rumus sidik jari dan persyaratan lainnnya dan jgn lupa infoin nomor pendaftaran online kamu ya, kemudian bayar biaya Rp 30.000, nanti di kasih nomor antrian tunggu aja di panggil di loket no 3 atau 4


8. Nunggu sebentar kok sekitar 5-10 menit nanti di panggil petugas dan SKCK sudah selesai, tapi kalau mau di legalisir silahkan fotokopi lagi trus kasih petugasnya lagi yaa..

9. Selesai. Mudah kan? Jadi ga perlu calo-calo lagi yaaa..

Semoga bermanfaat.. :)

WISATA KEBUN BUNGA MATAHARI DI BANGKA


Ketika pertama kali lihat foto di akun ig @explorebangka ada kebun bunga matahari di Bangka, yg pertama kali ku lakukan adalah cari tau info lokasinya dimana, haha.. Secara ya Bangka kan identik sama pantai kok bisa ada bunga-bungaan gini seperti objek wisata di daerah Jawa (banyak teman-teman yg update kebun bunga matahari ini di daerah Jogja) kan..


Jadi, setelah cari info tanya-tanya ke teman orang tua, kita menebak-nebak lokasinya di daerah Aik Jangkang, Merawang, Kabupaten Bangka. Dari rumah kami di Kota Pangkalpinang, berkendara ke arah Sungailiat, lalu nanti ada perempatan setelah daerah Baturusa, terus belok kanan (kami sempat bertanya kepada penduduk yg tinggal tidak jauh dari jalan perempatan ini namun ia tidak tahu menahu), yaa karena kami penasaran yaudah buka Google Maps aja dengan Tujuan Desa Aik Jangkang Merawang atau bisa juga coba search Kampoeng Reklamasi Timah Aik Jangkang.


Kami mengikuti arahan dari maps, jalan yg semula mulus beraspal kemudian belok kanan berubah jadi jalan semi tanah gitu, hati bertanya, apakah benar disini lokasinya? Lanjutin aja deh terus, klo ga ada tinggal puter balik, walopun hati deg-deg-an juga yaa,hehe..


Akhirnya setelah berkendara sekitar 10 menit dari jalan aspal tersebut, sampai juga di tulisan "KAMPOENG REKLAMASI" wah perjalanan belum berakhir, kami masih terus berkendara, ikutin aja jalannya nanti di sebelah kiri ada ramai kendaraan parkir dan ada orang, berarti disitu lah lokasinya, Alhamdulillah akhirnya sampai juga..


Ternyata di lokasi ini banyak wisata yg dapat di lihat loh, kirain cuma kebun bunga matahari aja :D


Masuknya masih GRATIS, setelah melewati gerbang akses masuk, kami disambut oleh kandang monyet jadi disini seperti mini kebun binatang gitu, setelah ngobrol-ngobrol sama salah seorang petugasnya ternyata ini pusat penangkaran dan konservasi hewan, yg mana hewannya ada yg berasal dari warga juga. Sejauh ini, hewan yg aku lihat ada buaya, ular, monyet, rusa, burung beo, burung merak dan beberapa hewan lainnya. Dan tempat ini di kelola oleh kerjasama PLN dan PT. Timah, Tbk Untuk sementara, sebenarnya tempat ini belum di buka untuk umum, masih dalam tahap percobaan, tapi sudah terlanjur terdengar ke telinga netizen yaa, termasuk saya yg tahu infonya ketika masih di Jakarta malah, hahaha..


Selain ada hewan-hewan, pemandangan disini juga Instagram-able gitu pokoknya layak posting bgt deh, ada danau yg view nya bagus dgn mini dermaga untuk kapal kecil, musholla, kebun bunga matahari, kebun tanaman lainnya, peternakan sapi dan kalau di lihat dari site map plan akan di buat cottage juga loh, semoga cepat jadi yaa..


PR kita sebagai wisatawan harus menjaga lingkungan dan kebersihan di tempat seperti ini. Lokasinya yg memang bekas tambang timah ini memang di reklamasi dan di "sulap" menjadi tempat wisata alam yg indah. Sedih bgt ketika melihat monyet gigit-gigitin kaleng bekas minuman dan rusa yg berusaha makan kemasan botol plastik, pasti ini karena ulah pengunjung yg buang sampah sembarangan atau mungkin melempar ke dalam kandangnya, udah ku konfirmasi ke petugas disana ya mereka cm bilang sudah berusaha menjaga dengan baik namun karena keterbatasan mereka agak susah control satu per satu pengunjung, makanya kita sebagai "tamu" disini harus punya kesadaran yg lebih dan sayang dengan hewan yg sudah di rawat dengan baik.


Lokasi wisata Kampoeng Reklamasi ini bisa jadi referensi kamu kalau ingin berlibur ke Bangka selain pantai loh..




18/06/19

REVIEW LRT JAKARTA


Setelah publik Indonesia, khususnya Jakarta di hebohkan dengan moda transportasi baru yaitu MRT, kini hadir juga LRT (Light Rail Transit) di Jakarta, sebelumnya telah hadir terlebih dahulu LRT di Palembang. Untuk sosialisasi dan uji coba pertama pada 4-14 Maret 2019 lalu, namun tak sempat ikutan uji coba. Nah bulan Juni ini ada uji coba yg kedua berlangsung dari 11-21 Juni 2019.

Untuk kamu yg ingin coba ikutan uji coba LRT Jakarta ini bisa daftar pada tautan:

Nah klo sudah melengkapi form pendaftaran di web, nanti akan ada email konfirmasi, jgn lupa untuk di validasi ya, nanti baru akan di kirim e-ticket.


E-ticket ini nanti boleh di print atau sekedar di tunjukkan ke petugas nanti disana. Perlu di perhatikan, 1 tiket hanya berlaku untuk 1 penumpang.


Jadi, yg bikin agak perjuangan menuju LRT ini karena jaraknya yg jauh yaa dr Depok :'D dan belum ada transportasi yg terintegrasi langsung gitu klo dr arah Depok. Emang paling bener menuju daerah Gading ini better bawa kendaraan pribadi sendiri, Exit toll Cempaka Putih trus parkirnya di MKG 1 atau La Piazza ya.

Stasiun pertama yg kemaren aku dan temanku tuju stasiun Boulevard Utara yg emg persis seberangnya MKG 1. Setelah naik eskalator, kita tunjukkan e-ticket ke petugas kemudian di kasih kartu single trip untuk sekali perjalanan.



Untuk LRT Jakarta tahap awal sudah ada 6 stasiun
1. Pegangsaan Dua (sekaligus Depo LRT, tapi kemarin belum melayani trip)
2. Boulevard Utara (titik awal keberangkatan aku kemarin)
3. Boulevard Selatan
4. Pulomas
5. Equestrian
6. Velodrome (titik akhir)

Rel ini sepanjang 5,8 km dan jarak tempuh sekitar 13 menit (untuk 6 stasiun) jarak tempuh rata-rata 2,5 menit per stasiun, jadwal kereta per 10 menit ya.


Euforia masyarakat sekitar cukup oke juga, ramai tapi tidak seramai waktu uji coba MRT. Mungkin karena sudah ada MRT duluan ya, jadi apapun yg ada di LRT dibandingkan dengan MRT (menurutku yaa, apa cuma aku doang yg gini, ntahlah..) beberapa pejuang konten banyak yg nge-vlog dan photo session juga.

Kami menempuh perjalanan dari Boulevard Utara menuju stasiun akhir yaitu Velodrome. Kebetulan aku jg belum pernah ke Velodrome jadi agak takjub juga yaa melihat bangunan ini, keren, seperti di luar negeri ~


Stasiun Velodrome ini terletak persis di depan stadion Velodrome, sebelahnya Mall Arion Rawamangun. Rangkaian akhir rel pun terhenti disini.


LRT memang lebih ramping dan rangkaiannya pendek ya dibandingkan MRT dan commuter line. 1 Rangkaian LRT hanya memuat 2-3 gerbong saja, sehingga lebih sedikit penumpang yg dapat di angkut. Melihat LRT jd teringat dengan monorel yg ada di TMII :D dan juga sky train di bandara Soetta.

Btw, yg bikin salah fokus di sepanjang jalur LRT ini ternyata banyak rukonya bapak pengacara kece Indonesia, Hotman Paris, mantap Paaaak.. :D


Kalo MRT terkesan seperti di Singapore, klo menurut gw LRT seperti di Thailand, berasa naik BTS di Bangkok trus secara di Gading kan emg kawasan banyak etnis Cina, ada beberapa penumpang yg emg ngomong bahasa itu lah yg aku ga ngerti :D

Anyway, good job untuk seluruh pekerja LRT Jakarta untuk kerja kerasnya membuat Jakarta lebih baik dan harapan agar macet bisa berkurang, di tunggu segera yaa LRT Jabobek yg denger-denger infonya akan terintegrasi sampai ke Bekasi dan Sentul. Terima kasih. See ya!


                                                                                                                                  Cheers, Marisa.

Baca juga REVIEW MRT JAKARTA disini.


08/04/19

Aplikasi Smartphone Wajib Untuk Traveling

Untuk kalian yg hobi traveling, banyak aplikasi yg akan sangat membantu perjalanan kalian, semoga bermanfaat.. :)

Aplikasi Tiket Online
Ada beberapa platform pemesanan tiket hotel, kereta maupun pesawat, install beberapa aja atau kalo RAM hp udah penuh yaa cek aja di website-nnya cari yg promo diskonnya paling banyak trus baru install aplikasinya hahaha, terkadang aku cek harga termuree di www.skyscanner.com (ga di endorse yaa) via web bisa lihat perbandingan harga antar maskapai dan jam nya gitu.. Biasanya ku bandingin antara Traveloka, Tiket.com dan Pegi-pegi.

Instagram
Selain untuk update dan share foto Instagram sangat berguna ketika kita mau traveling ke suatu tempat, caranya gimana? Tinggal search by location daerah tujuan kita atau hashtag lokasi kota atau tujuan wisata bakal banyak bgt muncul referensi foto untuk di kunjungi bahkan gaya fotonya juga hahaha..

Maps atau Waze
Sebagai anak milenial kita WAJIB GA BUTA GPS yaa, aku anaknya males klo jalan pake travel gitu (kecuali klo umroh harus wajib pake travel, baca disini) jadi kemana-mana hampir selalu bikin itinerary (jadwal perjalanan) sendiri mau kemana kapannya. Untuk daerah luar kota biasanya sewa motor atau mobil trus tinggal pasang Maps atau Waze trus tinggal ikutin jalurnya klo masih worth it yaa petunjuknya (ga lewat gang kecil atau daerah yg sepi) tetapi ya tetep di combine sama GPS manual yaa, Gunakan Penduduk Sekitar, lumayan buat asah soft skill komunikasi interaksi sama sesama :D

Transportasi Online
Ini sangaaaaaaaaaaaaaaaaat berguna sekali, selain untuk ke tempat tujuan, biasanya aku pakai Gojek/Grab buat menggunakan fitur Go-Food atau Grab-Food untuk cari makanan enak, tinggal cari kategori best seller trus cek jarak lokasi, verifikasi referensi di Google enak beneran apa nggak itu tempat makan, trus buka maps, kemudian SAMPERIN hahahha.. Tapi kalo lg males yaa tinggal pesen antar ke penginapan aja~

Trafi
Aplikasi ini dapat memberi pilihan transportasi umum kalo kalian berpergian, tapi menurutku ini cocoknya di kota besar sih.. Biasanya aplikasi ini mengintegrasikan kendaraan dari TransJakarta, angkot, bus, MRT dan commuter line dengan beberapa pilihan rute beserta perkiraan total ongkos dan waktu tempuh.

Aplikasi Maskapai
Kalo aku ini install dan uninstall tergantung naik pesawatnya apa hahaa, lumayan buat web check-in apalagi klo udah mepet jam take off-nya :D

Aplikasi tambahan kalo kamu perginya ke luar negeri:

Muslim Pro
Untuk mengetahui jadwal solat, arah kiblat, tempat makan halal, dan bisa baca Al- Quran sambil nunggu jadwal keberangkatan :')
Translate
Sebagai pengganti kamus, baiknya kamu download yg offline aja jadi ketika ga nemu wifi bisa di gunakan, tapi aku tetep pake Google Translate online sih, hehe..
XE Currency
Nah ini untuk convert nilai tukar rupiah ke mata uang asing kalau kamu lagi jalan-jalannya ke luar negeri, dan hebatnya bisa beberapa kurs sekaligus loh kalau di negara tersebut accept lebih dari 1 mata uang, seperti kemarin aku di Turki dengan mata uang Lira, disana juga banyak yg accept Euro maupun USD, jadi bisa di bandingkan mana yg (agak) lebih murah..

My eVault
Aplikasi ini berfungsi untuk menyimpan dokumen secara digital, seperti foto passport, kartu hotel, kartu identitas secara lebih teratur, berguna bgt klo misalnya mengisi administrasi masuk suatu negara dan ribet ngeluarin dokumen tinggal buka aplikasi dan semuanya ada, dan jaga-jaga takutnya dokumen hilang yaa senggaknya masih ada dokumentasinnya yaa (kalau kalian well prepare upload file-nya ya)





Dan jangan khawatir privacy terjaga karena untuk masuk ke aplikasi ini kalian harus setting password dulu atau kalau kalian pengguna i-phone harus scan finger print dulu untuk akses masuknya.

PackPoint
Di aplikasi ini berguna bgt ketika mau packing, jadi bisa disesuaikan dengan lokasi tujuan, berapa hari selama disana, kegiatan apa yg akan kamu lakukan dan secara otomatis akan di set sesuai kebutuhan, dan di lengkapi dengan perkiraan suhu cuaca disana jadi bisa sebagai acuan mau bawa pakaian biar ga salah kostum juga, hehe..
 

Hotspot VPN
Hotspot biar aman internetan di negara orang dan bisa akses situs yg biasanya di block khusus untuk yg bukan warga yg tinggal disana. 

Sebenernya ada beberapa lagi, tp karena ku merasa kurang maksimal penggunaannya jadi tinggal beberapa aplikasi ini aja yg (menurutku) cukup membantu dan emang sering di pakai, di kondisikan lagi dengan kebutuhan dan keperluan kalian yaa..

Beberapa yg bisa di pakai tapi udah uninstall:
1. Cousurfing
Buat nyari tebengan tempat tinggal gratis ataupun klo bayar biasanya lebih murah

2. Flight radar
Ini bisa di pakai untuk kamu yg lg nunggu pesawat, tp lebih berguna buat keluarga atau siapapun yg nungguin kabar kamu selama penerbangan

3. Trip Advisor

Buat liat review perjalanan

4. Zomato
Liat restoran beserta review dan fotonya, tp ku lebih sering pake Go-Food.

5. SafeTravel
Aplikasi oleh Kemenlu berguna untuk menentukan perjalanan kamu loh, dan lengkap untuk info cuaca, kondisi disana bahkan alamat Kedubes Indonesia disana

6. Air BnB maupun Red Doorz
Untuk penginapan low budget, bisannya rumah orang, kos-kosan atau apartemen.

7. Google Drive
Simpan semua softcopy dokumen perjalanan di drive/cloud yaa

8. Klook
Ini untuk beli perlengkapan liburan seperti tiket kereta, bus, subway dan atraksi liburan lainnya

Itu aja sepertinya yg menurut ku kudu ada, sisanya ada lagi sih tp tentatif lah makenya sesuai kebutuhan aja, hehehe.. Paling aplikasi untuk edit foto juga harus paripurna yaa macem VSCO biar tone warna foto ala-ala selebgram dan Snapseed buat edit foto pemandangan, aplikasi foto yg sering ku gunakan untuk edit tone warna aja bukannya memepercantik dan beauty-beauty-an apalagi fake edit, karena klo untuk wajah itu di rawat bukan di edit :D

04/04/19

Perbedaan Umroh Landing Mekkah dan Madinah

Perjalanan umroh utamanya akan di laksanakan di Mekkah, namun pastinya kita akan ke Madinah. Untuk yg baru pertama kali umroh mungkin masih bingung bedanya apa sih di Mekah dan Madinah? 

Jadi, untuk perjalanan umroh ada 2 pilihan bandara untuk landing yaitu Bandara King Abdul Aziz di Jeddah, dan Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz di Madinah. Bedanya apa aja yah? Yuk, ku ceritakan..

Landing Mekkah:



Sebenernya di Mekkah ga ada bandara, jadi kalau tujuan pertamanya ke Mekkah, pesawat akan landing di Jeddah (setelah perjalanan udara 10 jam tanpa transit ya, kalo pake pesawat yg transit tergantung lamanya dari maskapai, jarak dari Jeddah ke Mekkah sekitar 2 jam perjalanan. Jadi setelah landing, taro barang di hotel, jamaah akan langsung menjalankan ibadah umroh. Dan kita harus mengambil miqat (niat berumrah) ketika di dalam pesawat, jadi bagi lelaki harus mengenakan pakaian ihram. Miqat dari arah Indonesia berada di daerah Yalamlam, jadi ketika akan melewati daerah ini, awak pesawat akan memberikan pengumuman dan para jamaah dapat segera menyiapkan segala keperluannya. Setelah beberapa hari di Mekkah nantinya jamaah akan berangkat menuju Madinah.
Point plus-nya, jamaah ketika sampai bisa langsung ibadah umroh, baru kemudian ziarah ke tempat-tempat lainnya, Insya Allah..



Alhamdulillah landed safely!

Dan FYI, bandara King Abdul Aziz, Jeddah itu besaaaaaaaaaar sekali dan ramai, apalagi Jeddah ini memang kota perdagangan dan bisnis di Saudi yaa jadi yaa pastinya ramai banyak pendatang.. Jarak dari pesawat ke terminal aja itu lumayan jauh dan harus pakai bus, perjalanan juga bisa 10-15 menit loh menuju terminal karena saking luasnya, dan karena banyaknya calon jamaah, antrian imigrasi disini pun ramai, tentunya lebih memakan waktu ya..
Video perjalanan bus dari parkir pesawat ke terminal bandara di Jeddah (gambarnya burem soalnya kaca bus-nya yaa seperti ini)


Landing Madinah:
Setelah menjalani, ku sangat merekomendasikan untuk memilih travel dengan landing Madinah, kenapa?
Tampak luar bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz

1. Menghemat waktu perjalanan
Jarak dari bandara ke hotel (di sekitaran Masjid Nabawi) sekitar 20-30 menit saja, jadi ketika sampai hotel dapat langsung beristirahat dan mempersiapkan tenaga ibadah. Btw, design bandaranya bagus, seperti di Masjid Nabawi yg identik dengan payung-payung ini, Masya Allah..

2. Proses imigrasi yg cepat
Karena tidak banyak pesawat yang landing disini jadi suasana agak lebih sepi dan tenang daripada di Jeddah, walaupun masih antri imigrasi tapi tidak seramai di Jeddah, paling hanya rombongan yang bareng di pesawat aja dan pesawat lainnya yg waktu landing-nya berdekatan. Pokoknya nyaman bgt!

Pesawat dari Indonesia direct yg landing disini hanya:
1. Saudia Airlines (SV)
2. Garuda Indonesia (GA)
3. Lion Air (charter)
Tempat pengambilan bagasi yg sepi

3. Menghemat tenaga
Selain bandara yg dekat dengan Masjid Nabawi, kita dapat menghemat waktu lagi sekitar 6 jam, karena perjalanan dari Mekkah ke Madinah itu sekitar 5-6 jam. Jadi kalau yg awalnya di Madinah perjalanan ke Mekkah menggunakan bus sekalian ambil Miqat dan ganti ihram, dulu aku di Masjid di Bir Ali, sehingga setelah sampai Mekkah, check in hotel langsung ke Masjidil Haram, dan pesawat pulangnya dari Jeddah.
Jadi, bisa di bayangkan kalau landing Jeddah, kita ke Mekkah dulu 2 jam, beberapa hari kemudian perjalanan darat ke Madinah 5-6 jam, lalu beberapa hari kemudian lagi pulang ke Indonesia dari Madinah ke Jeddah sekitar 8 jam. Tapi, sekali lagi ya kekuatan fisik setiap orang berbda-beda, Insya Allah akan di mudahkan dan di beri kesehatan oleh Allah.. :)


Alhamdulillah landed safely, Medina! Antri imigrasi..

4. Waktu adaptasi
In my opinion, untuk yg belum terbiasa dengan rangkaian ibadah, ketika di Madinah kita bisa adaptasi dan belajar untuk melaksanakan ibadah seperti solat sunah dan tadarus, jadi ketika di Mekkah tinggal meneruskan dan sudah terbiasa ;')

Kebetulan pertama kali ke Saudi aku landing di Jeddah, tapi hanya transit karena meneruskan perjalanan ke Istanbul, dan sepulang dari Istanbul landing di Madinah, jadi Alhamdulillah bisa menilai perbedaannya sendiri secara langsung. Semoga bermanfaat yaa..

Sambil ngetik, backsound-nya lagunya Maher Zain - Medina yg akustikan, bikin suasana hati tenang, dan rindu kembali, Bismillah semoga di permudah kembali lagi yaa, Aamiin yaa Allah..


25/03/19

REVIEW MRT JAKARTA


Wah denger MRT Jakarta udah mau di launch akhir bulan Maret ini, akhirnyaaa, sebagai korban kemacetan selama pembangunan MRT ku lega dan terharu loh..  Kebayanglah yaa sebagai (mantan)  pejuang Fatmawati jam berangkat sama jam pulang kantor, ga ada MRT aja udah sumpek ini lagi tambah ada pembangunan dan galian begini, tiap hari ngebatin kapan si kelarnya? :')


Secara si Marisa anaknya suka mantengin sosmed dan seneng gratisan, pas liat info di instagram @mrtjkt woro-woro klo bakal ada uji coba gretongan naik MRT dari tgl 12-23 Maret 2019 ku langsung pasang reminder di hp buat daftar, jadi pendaftarannya itu mulai tanggal 5 Maret 2019 belinya disini trus ngelink ke webnya Bukalapak.

Bareng teman-teman kantor iseng nyari dgn rute awal dari stasiun Lebak Bulus dengan pertimbangan deket dari kantor trus stasiun paling ujung biar bisa explore aja gitu, setelah cek-cek dan baca ketentuannya akhirnya kita dpt tiket uji coba hari kedua tanggal 13 Maret 2019, disini tertulis mulai dari jam 8 pagi sampai jam 16.00 sore. Secara anaknya gampang puas udah dpt tiket 1 aja (tapi bisa digunain untuk berdua) udah seneng kan, yauda pamer tuh ke grup hahha.. Eh teman ku kepo, dia udah beli tiket yg bareng tanggalnya kan trus iseng dia order di tanggal lain EH BISA DONG, wah iseng coba-coba bisa juga akhirnya beli yg buat tanggal lain juga, jadi pertimbangannya gini:

- Order yg rabu, 13 Maret 2019 dari Lebak Bulus, ya ini kan hari kedua, pasti hari pertama rame dan bener-bener trial run pertama kali untuk publik kan, khawatir ada error gitu ya semoga di hari kedua udah diperbaiki, dan naik dr Lebak Bulus sekalian mau liat depo keretanya, soalnya klo aku lg lewat arah Lebak Bulus gitu kayanya stasiunnnya luas bgt kan untuk parkir MRT, bahkan stadion Lebak Bulus aja sampe di gusur kan untuk pembangunannya.

- Minggu, 17 Maret 2019, pertimbangan pulang dari kegiatan di Menteng sekalian aja pulangnya ke stasiun Bundaran HI, pernah baca katanya stasiun ini akan menjadi paling mewah dan standar internasional gitu dan paling ujung jg kan

ternyata pas udah order 2x, iseng lg order coba-coba, eh bisa lagi :D

- Sabtu, 23 Maret 2019 dari Dukuh Atas dengan pertimbangan yaa deket dari stasiun Sudirman kan biar abis naik kereta tinggal jalan dan mau ajak adikku

Oke, sudah cukup. Iseng ku cukup segini aja, walopun yg lain masih pada hunting hehe..

Nothing to lose, kepikirannya klo emg ga bisa di pake sendiri mau aku kasih ke temen-temenku yg belum punya tiket, sekalian membahagiakan orang lain ga ada salahnya kan? :')


Hari yg ditunggu pun tiba, 13 Maret 2019 ternyata jam 16.00 itu pengoperasian terakhir, yaaah ga cukup dong waktunya karena kita pulang kantor jam 16.00 paling cepat, kecewa akhirnya cancel sama teman-teman kantor. Dan namannya rejeki mah emg ga kemana ya, ternyata ada keperluan mendadak ke Kuningan, wah rutenya bisa nih naik MRT nih, yaudah akhirnya dari kantor siang aku gojekkan ke stasiun Lebak Bulus yg masih sepi, agak bingung juga kok ga rame ya bener ga nih hari ini ada trial run dan over thinking parno lainnya, akhirnya naik ke atas nanya-nanya satpam ada beberapa orang yg mau nyobain trial run juga, trus ke meja registrasi tunjukin e-ticket untuk di scan nanti kita dpt stiker yg harus di tempel di pakaian. Kesan pertama ketika sampai stasiun yg di lantai 2 adalah WAH KEREN BGT KAYA DI SINGAPORE, Masya Allah :')

Suasana setelah naik tangga dari bawah, masih sepi shayyy, makanya taut di culik kan.. :P

Suasana lantai 2 

Mayoritas rakyat Indonesia kebanyakkan ya ngebandinginnya sama MRT yg di Spore yah, karena emg mirip. Mungkin karena masih baru jadi stasiunnya masih bersih dan aroma-aroma khas bangunan dan cat baru masih kecium loh.. Dan yg bikin tambah happy itu para petugasnnya supeeeeeeeeeeeer ramah bgt..

Mesin pembelian tiket 

Akhirnya sambil explore dan foto-foto (cuma bisa fotoin bangunan aja, karena sendiri jd ga bisa photoshoot~) untuk naik MRT harus naik lagi ke lantai 3. Dan stasiun MRT ini emg dirancang ramah untuk disabilitas, ada lift (walopun kemaren blom beroperasi), ada eskalator juga selain tangga biasa. Tapi lumayan engap juga yaa klo nanjak pake tangga biasa :D

Suasana peron di lantai 3



Sambil nunggu MRT yg lewat setiap 10 menit sekali ini, ku pun explore stasiun, masih norak gitu lah yaa maklum, ada toilet yg bersih, nursery room, musholla dan mesin penjualan karcisnya (ini semua ada di lantai 2). Kedepannya pasti bakal ramai dengan toko dan wajib ada mesin atm nih.. Dan kalau di stasiun Lebak Bulus ini di peron arah Bundaran HI kita bisa lihat depo keretanya loh, semacam tempat kereta parkir.


Ga lama menunggu akhirnya MRT yg di tunggu pun tiba, perasaan pertama pas naik itu TERHARU loh, bukannya lebay sih tp berasa ADA BANGGA-BANGGANYA GITU :') Setelah sekian lama akhirnya infrastruktur kebanggaan Indonesia ini selesai juga dan sangat layak di sandingkan dengan di negara tetangga. Kebetulan udah nyobain MRT di Spore, Malaysia dan Bangkok tetep yaaa BEDA rasanya naik ginian di tanah air, MRT Jakarta ini bener-bener bikin happy masyarakat, semoga cepat di perluas yaa jalurnya dan nyampe ke Depok.



Untuk yg masih bingung perbedaan MRT, LRT dan KRL (Commuter Line), mungkin ini bisa membantu yaa:



Sumber gambar disini

Ketika naik MRT Alhamdulillah masih sepi, yg amazing itu perjalanan dari stasiun Fatmawati menuju Cipete pas belokannya keren jalurnya (ini nih yg dulu tiap hari ku lewati bagian bawahnya sambil parno ngeri rubuh), dan ketika dari jalur layang ke bawah tanah (antara stasiun Sisingamangaraja/ASEAN menuju stasiun Senayan) 1 kereta pada heboh hahaha, tp selama di bawah tanah cuma provider tertentu yg ada sinyal, kebetulan aku pake Telkomsel masih bisa wasapan, tp di hp 1 lg pake Indosat langsung hilang sinyal.


Jadi pernah baca-baca gitu, untuk jalur Lebak Bulus ke Bundaran HI melewati 13 stasiun untuk stasiun layang emg di design ga pakai AC dan ramah lingkungan, kalau yg di dalam tanah tetap sejuk dengan pendingin udara dan sirkulasi udara tetap sejuk, ntah karena orangnya masih dikit atau AC nya masih baru ya?


Sumber gambar disini

Sebenernnya aku bisa aja turun di stasiun Setiabudi karena kan tujuan mau ke Kuningan, tp karena kepo sampai tujuan akhir jadinya ikut aja sampe stasiun HI. Begitu sampai stasiun HI dan keluar kereta WAW, BENER-BENER BERASA DI SINGAPORE, persis mirip.



Hampir semua orang yg ku jumpai pasti megang hp untuk foto-foto, update sosmed bahkan banyak yg ngevlog. Ingin hati explore lagi tapi apadaya agenda jam 16.00 sudah semakin dekat, nanti ku sambung lagi ya ceritanya dgn menggunakan 2 tiket yg masih tersisa, hehe.. Dan bertekad klo nyoba lagi harus bareng teman dan kamera biar maksimal aktifitas perfotoan bahkan mau nge-vlog (tunggu tanggal tayangnya ya).

Oiya semoga dengan hadirnya MRT di Jakarta ini dapat mengurangi kemacetan, investasi yg di keluarkan untuk proyek ini ga sedikit loh, kita sbg smart citizen harus membantu pemerintah merawat infrastuktur ini tetap bersih dan terawat, se-simple dengan tidak membuang sampai sembarangan, antri di jalur yg benar (jadi di pinggir ya, klo di tengah untuk orang keluar), dahulukan orang yg mau keluar, jangan makan di dalam MRT, dan jaga norma kesopanan di masyarakat. Sebagai smart netizen juga mari menyebarkan berita yg bermanfaat dan positif, alih-alih share negative things, kenapa ga kita aja yg bantu memberikan informasi yg baik kepada mereka yg belum paham peraturannya, mungkin mereka belum paham kan.. Masukan dari aku sih cuma 1, tolong segera pengadaan tempat sampah yaa di stasiun karena kemaren ku tak menemukan tempat sampah nanya sama petugas pun katanya belum ada. Terima kasih untuk semua yg terlibat dalam pembangunan MRT ini, hasil kerja keras kalian sungguh luar biasa, semoga bisa menjadi amal jariah yaa.. Sukses selalu MRT Jakarta.

Hasil foto minta tolong ke petugasnya :'D

Kunjungi vlog review MRT Jakarta saya bersama teman-teman yaa, silahkan like dan subscribe juga https://youtu.be/mJqo94C6KMY